Mon. Aug 3rd, 2020

Liverpool, Virus Corona, dan Bola Itu Bundar di Liga Champions

TEMPO.COJakarta – Bola itu bundar sudah menjadi adagium yang lama di cabang olahraga sepak bola untuk pertandingan kompetisi. Di sepak bola, tidak yang bisa dipastikan seratus persen. Liverpool merasakannya dinihari tadi, Kamis 12 Maret 2020, di stadion kandang kebanggaan mereka, Anfield.

Kalah 0-1 pada pertemuan pertama di Wanda Metropolitano Stadium, Madrid, Spanyol, dinihari tadi Liverpool kalah lagi 2-3 dari Atletico Madrid sehingga tersingkir dari Liga Champions Eropa pada babak 16 besar.

Rekor sebagai satu-satunya tim yang bisa mempertahankan gelar juara Liga Champions masih milik Real Madrid. Hebatnya, hal itu mereka lakukan dua kali beruntun di bawah asuhan pelatih Zinedine Zidane.

Jurgen Klopp untuk sementara hanya akan dicatat dalam sejarah sebagai pelatih yang sukses membawa Liverpool juara Liga Champions musim lalu.

Tanda-tanda bahwa adagium “bola itu bundar” akan menghantam Liverpool sebenarnya sudah terlihat ketika rekor tak terkalahkan mereka dalam Liga Primer Inggris musim 2019-2020 ini dipatahkan Watford pada Minggu, 1 Maret 2020.

Di kandang tim yang sekarang masih berada di tepi jurang degradasi Liga Primer Inggris itu, Liverpool tumbang 3-0. Kekalahan ini terjadi setelah pasukan Jurgen Klopp menyerah 0-1 di markas Atletico Madrid, 19 Februari sebelumnya.

Selanjutnya, menjelang pertandingan berikutnya melawan Chelsea pada babak kelima Piala Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) di Stamford, Bridge, London, pelatih Liverpool U-23, Neil Critchley, mundur untuk menerima tawaran menjadi pelatih kepala tim senior Blackpool di divisi Championship.

Adalah Critchley yang menggantikan sementara peran Jurgen Klopp sebagai manajer tim senior Liverpool ketika bertarung pada babak keempat Piala FA dan berhasil mengatasi perlawanan Shrewsbury melalui pertandingan ulang karena laga pertama berakhir seri.

Ketika langsung ditangani Jurgen Klopp, pelatih asal Jerman itu harus menyaksikan anak-anak asuhannya kalah 0-2 di kandang Chelsea pada babak kelima Piala FA.

Untuk Jurgen Kloop, Piala FA sebagaimana Piala Liga Inggris, yang penanganan timnya juga didelegasikan kepada Critchley karena akhir tahun lalu Kloop harus fokus ke Piala Dunia Antarklub di Qatar, memang bukan prioritas.     

Tapi, Liga Champions Eropa bisa sama pentingnya buat Liverpool asuhan Jurgen Klopp dengan trofi divisi tertinggi Liga Inggris yang  sudah di depan mata setelah gagal meraihnya dalam 30 tahun terakhir.

Kini trofi Liga Champions sudah lepas dari tangan Liverpool. Sejarah rekor di kejuaraan utama antarklub Eropa itu masih milik Real Madrid dengan arsiteknya, Zinedine Zidane.

Dengan demikian juga rekor menjadi juara Liga Primer Inggris tanpa terkalahkan dalam satu musim kompetisi masih menjadi milik Arsenal ketika masih ditangani Arsene Wenger.

Orang bisa bilang kini Jurgen Klopp malah seperti mendapatkan “berkah yang sama sekali tak diharapkan” dari ketersingkiran Liverpool dari Piala Liga Inggris, Piala FA, dan Liga Champions dalam musim kompetisi 2019-2020, yaitu menjadi lebih kuat fokusnya di Liga Primer Inggris.

Juara setelah 30 tahun gagal. Bukankah itu juga hal yang sangat istimewa buat Jurgen Klopp dan pasukannya dari Liverpool?

Apalagi saat ini, Liverpool sudah unggul 25 poin di puncak klasemen dari juara dua musim terakhir, Manchester City, ketika kompetisi tinggal menyisakan sembilan pertandingan lagi sampai mendekati musim panas, Mei-Jun nanti.

Tapi, wabah virus corona yang semakin menyebar ke seluruh dunia itu seperti adagium boa itu bundar, segala sesuatu bisa terjadi sebelum pertandingan berjalan sampai menit ke-90 atau tambahan beberapa menit lagi atau injury time.

Tanda-tanda virus corona itu bisa “menggoyang” Liverpool sudah terlihat sebelum terjadi kekalahan yang melukai hati warga Reds dinihari tadi. Pekan lalu sudah ada wacana Liga Primer Inggris bakal dihentikan untuk mencegah merebaknya virus cona. Kalau itu terjadi, ambisi Liverpool untuk menjadi juara bakal terganjal. Dan, tim-tim yang tadinya terancam akan terdegradasi seperti Aston Villa bisa terselamatkan.

Kemarin, Menteri Kesehatan Inggris, Nadine Dorries, dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Kabar ini bisa saja menguatkan wacana pekan lalu untuk menghentikan Liga Primer Inggris sementara atau membuat kompetisi berlangsung tanpa penonton.

Hal ini akan menjadi pertarungan terakhir bagi Jurgen Klopp dan para pemain Liverpool musim ini dalam menghadapi wabah virus corona dan magis dari adagium “bola itu bundar”, yakni memastikan trofi Liga Primer Inggris atau gagal.